Senin, 10 Oktober 2011

Pengertian COBOL

COBOL.

 Cobol atau Common Business Oriented Language 

   adalah suatu bahasa komputer tingkat tinggi ( high level language ) yang mana penggunaannya berorientasi langsung dalam permasalahan bisnis. 

    Sejarah COBOL dimulai pada tahun 1959, Cobol yang programnya dieksekusi secara compiler ini, kemudian dikembangkan oleh CODASYL atau Conference on Data System Language. Selanjutnya, orang lebih mengenal COBOL-60 yang merupakan Cobol yang diperkenalkan secara formal.

     Struktur program cobol terdiri dari 4 divisi.
  1. Identification division.
  2. Environment division.
  3. Data division.
  4. Procedure division.

Aturan Penulisan source cobol:
kolom 1-6     : digunakan untuk nomor urut ( sifatnya optional ).
kolom 7        : - tanda baris sambungan dengan menggunakan tanda (-)
                     - untuk komentar gunakan (*) atau (/)
kolom 8-11    : semua judul divisi, judul seksi, nama paragraf, judul file
                     description. Dan area ini disebut area A
kolom 12-72  : disebut dengan area B. 
                     semua elemen program yang belum ditulis di area A, ditulis
                     pada area B
kolom 73-80  : merupakan kolom untuk catatan saja.



Senin, 08 Agustus 2011

Gadis Yang Membingungkan

damn.....mata ini seakan tak ingin dipejamkan, padahal waktu telah sangat larut...
pikiran ini seakan ingin selalu mengingat tentang gadis itu, gadis yang telah kukenal lama.
susah, tapi susah memikirkan tentang perasaan ini..
kemarin sore, tiba2 saja dia menghubungiku, tapi sayang waktu datang disaat yang tidak tepat...aku hanya bisa mengatakan... i'm sorry i'm on duty now.. i will call u later....
senang, dan bingung.. apa yang harus ku katakan kepada gadis yang kusuka ..gadis yang dari awal semester aku tlah suka. gadis yang selalu berbincang banyak tentang segala hal denganku.....
 gadis yang spesial tapi membingungkan
seperti itu juga perasaanku.. bingung... dan bingung....
ku coba saja tuk mlalui semuanya
meskipun perasaan ini, harus menahan perasaan ini...
luv u so much..
i ll always luv u














Sabtu, 04 Juni 2011

Perang dan Penderitaan

     Banyak negara didunia selalu menginginkan kedamaian di muka bumi, tapi tidak sedikit negara yang melakukan peperangan baik peperangan untuk menambah kekuasaan negaranya, peperangan atas hal-hal yang lainnya....
    Mengapa peperangan itu terjadi?
    Dahulu kala Indonesiapun juga melakukan peperangan untuk mencapai kemerdekaannya, karena sebenarnya kemerdekaan suatu negara itu diharuskan, kita telah berjuan mati-matian untuk memperjungkan kemerdekaan Indonesia, tetapi mengapa masih saja banyak terjadi peperangan bahkan sampai saat ini, dijaman dimana  setiap negara telah memilii kemerdekaannya masing-masing, masih banyak negara yang entah tak tau perihal apa yang diperebutkan misalnya saja baru-baru ini negara Libanon berperang, Korea selatan dan utara. dll.

penderitaan dari peperangan
Tidak banyak yang didapat dari peperengan ini selain kerusakan dari infrastuktur wilayah serta penderitaan atas warganya. jadi marilah kita ciptakan perdamaian dunia dan seharusnya berperang dalam hal berpendidikan dan teknologi saja lebih berguna serta tidak menimbulkan pertumpahan darah.

Indahnya Pulau Dewata

    Kali pertama ini aku menginjakan kaki dipulau dewata. Bali, pulau yang memang menyugukan keindahan akan budaya, pariwisata serta alamnya. Saat SMP, saat itu kita sampai di pulau yang cukup berhawa mistis ini pada malam hari , dan langsung menuju ke salah satu tempat kunjungan wisata Bali yaitu Bedugul. Suatu danau yang dikelilingi oleh bukit-bukit yang hijau yang memberikan lukisan alam tersendiri, lukisan akan hijaunya pohon-pohon dan birunya danau serta bangunan pura-pura berarsitektur khas Bali. Dari sekian banyak tempat yang aku kunjungi dibali waktu itu, Bedugul merupakan yang terbaik yang memadupadankan antara alam, manusia dan agama. Keindahan itupun masih teringat sampai saat ini, dan lain waktu aku ingin kembali mengunjungi pulau ini sekali lagi.

.....Kakekku tersayang....

     Siang, jam 12 telepon genggamku berdering kencang karena lupa aku ganti profilnya.Dan sontak mengagetkanku yang sedang tidur karena capeknya kemarin malam bertanding dengan ramainya pelanggan. Dan kebetulan hari itu aku libur kuliah.  Dengan cepat aku raih ponselku yang memang jaraknya cukup jauh dariku dan dengan mata yang masih belum membuka sempurna, Segera aku lihat siapa yang meneleponku, teleponku berdering dan kulihat nama di ponsel dari "PaPaku"... tak biasanya memang ayahku menelonku, apalagi siang-siang hari begini. Dan dengan cepatnya, aku tekan tombol gagang hijau di kiri ponsel tersebut.
     Nada yang sedikit bertele-tele aku dengar dari kejauhan tentang apa yang akan dikatakan, yah ayahku memang tidak pandai berbohong dengan situasi yang sedang terjadi disana, dan ayahku pun memberikan ponselnya ke ibu.... dengan sedikit basa-basi, ibuku pun mulai membicarakan tentng apa yang sedang terjadi disana. Dengan nada yang terdengar samar dan lirih ibuku mengatakan " kakekmu telah meninggal", dan seketika aku terdiam sesaat mendengar apa yang dikatakan ibuku, tapi aku berusaha mengulangi apa yang ibuku katakan, dan memastikan bahwa aku tak salah dengar. Dengan sedikit kotoran mata yang menempel dimataku, aku pun meneteskan air mata dengan tanpa sadar. Aku sedih karena aku tidak dapat berbuat apa-apa dengan berita yang kudengar ini, aku tidak mungkin dengan tiba-tiba pulang kerumah dari Jakarta. Perasaan sedih dan kecewa aku rasa sendiri disini, karena aku pun tak tahu akan apa yang akan aku lakukan , aku hanya berdoa semoga arwah kakekku diterima disisi-Nya. Amin

Harapan Pasti Ada buatku,,,,

Dua hari sudah aku tak tidur, berkutat dengan tumpukan tugas yang harus kukerjakan tiap malam dimana semua orang telah terlelap dari tidurnya, terkadang aku masih bekerja dengan tugas-tugas yang membuatku harus membuka mata dimalam hari. Ya.... dengan tugas-tugas yang bertumpuk-tumpuk, terlebih tugas yang masih cukup awam untuk aku mengerti.

Malam itu, aku tidur dengan pulasnya, karena sudah dua hari aku selalu disibukkan dengan tugas. Baru saja selang 2-3 jam aku tertidur, tiba-tiba aku terbangun dari tidur dan sontak bertanya dalam hati apakah akan ada harapan buatku untuk mendapatkan peluang kerja yang lebih baik. Dulu aku tak pernah sekalipun terbesit untuk bekerja di sebuah perusahaan dan duduk di kursi mengerjakan pekerjaan kantor. Tapi malam itu, entah kenapa aku merasa lelah dengan pekerjaan yang aku lakukan sekarang ini, dan berfikir untuk bekerja di kantor dan duduk manis mengerjakan semua tugas.
"Selalu ada jawaban yang akan datang jika kamu berusaha ", kata-kata dari temanku itu tiba-tiba datang menghampiri seakan berbisik lirih ditelinga yang menyejukkan dan meredakan perasaanku yang tak karuan.

Tapi yang pasti aku selalu berusaha untuk mencapai harapan yang aku inginkan itu.

Cinta kasih yang tak putus

   Sudah beberapa bulan aku tinggal dan hidup di ibukota, perasaan kangen ini tiba-tiba muncul dan sangat kuat adanya, kangen akan kehidupanku dulu saat masih dibangku sekolah SMA dengan teman-teman, kangen dengan keluarga yang telah aku tinggalkan berbulan-bulan .Dan bahkan aku pun tak dapat melakukan apa-apa atas perasaan kangenku ini, sudah 2 lebaran ini aku tak pulang, bukan karena tidak ingin pulang tetapi karena pekerjaanku tidak mengijinkanku untuk pulang disaat idul fitri karena otomatis tempat kerjaku pasti dibanjiri dengan orang-orang yang memang ditinggal oleh pembantunya untuk pulang kampung merayakan idul fitri.

Perasaan sayang dari orang tua pun sudah tidak aku dapatkan, belaian lembut tangan ibuku juga tak dapat aku rasakan, senda-gurau adik-adikku juga tak bisa aku dengarkan setiap saat, petuah ayahku pun juga bisa aku dengar hanya melalui suara dari telepon. Cinta yang aku dapat dulu, kini tak sepenuhnya aku dapatkan karena terhalang oleh jarak yang cukup jauh. Sesekali aku mencoba menghibur diri dengan teman-temanku, baik hanya sekedar jalan-jalan ataupun berkaraoke bersama-sama. Perasaan sayang dan cinta yang setidaknya aku dapatkan dari keluargaku disini, yaitu teman-temanku.

Sayang dan cinta yang kudapat dari keluargaku sebenarnya tak bisa tergantikan oleh siapapun , tapi setidaknya aku juga memiliki keluarga yang aneh tapi lucu yang secara tidak langsung telah menyayangiku dan menghiburku. XL family dan Sinting family thanks to complete my days............

Bermacam-macam dan kompleks.

     Badanku terasa pegal dan capek setelah semalaman naik bus untuk sampai keJakarta dimana aku akan bekerja. 1 Juni 2008, aku masih ingat dengan koper besar dan celana gaya skater aku tiba di Jakarta. Pagi, sekitar jam 9 aku sampai di Cilandak Town Square , tempat dimana nantinya tempatku bekerja. Hawa pagi itu cukup bersahabat.Pagi yang cerah dan aku terdiam sesaat malu dipintu masuk mal itu, aku sedang menunggu seseorang yang bahkan tidak aku kenal asal dan namanya, seseorang yang disuruh untuk mengantarkanku menuju tempat kos. Butet, panggilan akrab perempuan yang sudah cukup berumur tapi ceria ini. kami pun menuju tempat kos yang sudah disediakan sebelumnya. 
     Aneh,perasaanku bercampur tak karuan melihar orang-orang ini, mungkin karena budaya ibukota yang berbeda dan menurutku aneh karena baru kali ini aku merasakan bagaimana pergaulan kota Jakarta. Memang benar kata ibuku, lain tempat lain kebudayaannya (baca: adat istiadat). Tak ada rasa malu ditempat ini, semua orang seakan sudah kenal dan gampang saja mereka bergaul dengan siapapun bahkan dengan orang yang berwajah seram pun menurutku. 
     Jakarta, memang kota yang memiliki banyak budaya baik dari orang asli batawi, batak, sunda maupun jawa. Akupun harus cepat-cepat beradaptasi dengan budaya mereka, karena aku tidak ingin menjadi makhluk yang aneh ditanah orang, dan supaya aku bisa memiliki banyak teman disini.

Tanggung Jawab dari ketidaksengajaan

    Sore itu, ku duduk termenung dikursi parkiran tempat dimana aku beristirahat hanya sekedar melepas lelah setelah seharian kuliah dan akan memulai pekerjaanku sebagai seorang waiter disalah satu restoran ibukota. Seraya melepas lelah, ku berfikir untuk mengakhiri hari ini dengan keputusan untuk lebih memantapkan atas apa yang telah aku pilih. 
 
    Kuliah sambil bekerja, ya....pilihan yang aku lakukan dari sekedar omongan yang kuanggap tidak serius untuk ayahku. Pilihan yang aku lakukan agar terlepas dari omongan ayahku untuk pulang kerumah dan kerja didaerah sekitar tempat tinggalku. Pilihan yang susah yang telah aku lakukan setelah 2 tahun tanpa apa-apa dijakarta. Kuliah ini, memang cukup sulit kujalani karena hampir tiap hari aku bekerja dan kuliah. Kuliah dipagi hari dimana aku pun baru saja terlelap dari semalam jam 2 dini hari.Dan bekerja disore hari, tepat dimana aku baru pulang kuliah dan langsung pergi menuju tempat kerjaku yang terkadang akupun terlambat untuk masuk.
 
      Memang susah untuk sekedar bertanggung jawab atas apa yang telah aku pilih. Disaat teman kuliahku berfikir tentang jawaban atas tugas-tugas hari itu, aku harus bertarung melawan ramainya hirup pikuk pelanggan direstoran tempat kerjaku, disaat teman kerjaku istirahat dengan membaca majalah atau hanya sekedar bersenda gurau atau bahkan bermain facebook, aku harus menyelesaikan tugas-tugas kampus yang terkadang aku pun sulit untuk mengerti. Memang butuk usaha keras dan tanggung jawab yang tinggi untuk menjalankan keduanya. Dan hanya ada satu pepatah yang aku pegang untuk itu semua "suatu keberhasilan akan kita raih nantinya jika kita bekerja keras sekarang". Dan aku selalu berfikir bahwa jika aku malas bekerja maka aku tidak akan bisa untuk menbayar uang kuliah, dan jika aku malas kuliah semua uangku dari hasil keringatku sendiri akan sia-sia.

Manusia Dan Harapan

A.     Pengertian Harapan

     Setiap manusia mempunyai harapan. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tersebut tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan kepada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti suatu yang diinginkan dapat terjadi. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan, yaitu :
·        Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
·        Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang mengingkan hal yang lebih baik atau meningkat

B.     Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan ??
 
     Menurut kodratnya manusia itu adalah makhluk sosial. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yaitu :
a)      Dorongan Kodrat
     Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan. Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembangbiak dan mati. 
 
b)      Dorongan Kebutuhan Hidup
     Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Pada garis besarnya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
·         Kelangsungan hidup (survival)
·         Keamanan (safety)
·         Hak dan kewajiban menccintai dan dicintai ( be loving and love)
·         Diakui lingkungan (status)
·         Perwujudan cita-cita (self actualization)


C.     Kepercayaan
 
     Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. karena setiap orang mendambakanya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya.
     Dr. Yuyun Suriasumantri dalam bukunya “filsafat ilmu, sebuah pengantar populer ada tiga teori kebenaran, yaitu :
a)      Teori Koherensi atau konsistensi, yaitu suatu pernyataan yang dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan-pernytaaan sebelumnya yang dianggap benar
b)      Teori Korespondensi, yaitu suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar bila materipengetahuan yang dikandung itu berkorenponden (berhubungan) dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut
c)      Teori Pragmatis, yaitu kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis

D.     Berbagai Kepercayaan dan Usaha Meningkatkannya
 
     Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah menusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
a)      Kepercayaan kepada diri sendiri, pada hakekatnys percaya pada Tuhan Yang Maha Esa
b)      Kepercayaan kepada orang lain, itu dapat berupa percaya kepada saudara, orangtua, guru dan lain-lain
c)      Kepercayaan kepada pemerintah, rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma kepada negara, maka dari itu wajarlah manusia sebagai warga negara percaya kepada negara atau pemerintah
d)    Kepercayaan kepada Tuhan, kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya.
Usaha manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya, antara lain :
·         meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
·         meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
·         meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia
·         mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
·         menekan perasaan negatif seperti dengki, fitnah dan sebagainya

Manusia Dan kegelisahan

A.     Pengertian Kegelisahan

    Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar dan cemas. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan.
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada 3 macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu :
a)      Kecemasan Objektif
    Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Kenyataan yang pernah dialami seseorang misalnya terkejut waktu diketahui dipakaiannya ada kecoa. Kecemasan akibat dari kenyataan yang pernah dialami sangat terasa bilamana pengalaman itu mengancam eksistensi hidupnya.
b)      Kecemasan Neorotis (syaraf)
     Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi 3 macam, yaitu :
·         Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan
·         Bentuk ketakutan yang tegang dan irasional (phobia)
·         rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap, dan sebagainya

c)      Kecemasan Moril
     Kecemasan ini disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki macam-macam emosi antara lain : iri, dengki, dendam, benci, gelisah, marah, cinta dan rasa kurang.

B.     Sebab-sebab Orang Gelisah
 
     Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik dari luar maupun dari dalam.

C.     Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan
 
     Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan bersikap tenang lita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

D.     Keterasingan
 
     Keterasingan berasal dari kata terasing, kata itu adalah kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu adalah perilakunya yangtidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat.

E.      Kesepian
 
     Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Sebab-sebab terjanya kesepian, misalnya frustasi.

F.      Ketidakpastian
 
     Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Keadaan ketidakpastian itu adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrsi.

G.     Sebab-sebab Terjadi Ketidakpastian
 
Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah :
a)      Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tidak menyenangkan
b)      Phobia ialah rasa ketakutan yang tidak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejasdian tanpa diketahui sebab-sebabnya
c)      Kompulasi ialah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan
d)     Histeria ialah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental
e)      Delusi menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu
f)       Halusinasi merupakan khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indera
g)      Keadaan emosi

H.     Usaha-usaha Penyembuhan Ketidakpastian
 
     Untuk dapat menyembuhkan keadaan ketidakpastian bergantung kepada mental si penderita. Bila penyebabnya itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit, sehingga tidak takut lagi. Orang takut ular, takut ulat yang berbulu , dapat disembuhkan karena dibiasakan dengan benda-benda tersebut.

Manusia Dan Tanggung Jawab

A.     Pengertian Tanggung Jawab
 
     Tanggung jawab menurut KKBI adalah keadaan wajib menggung segala sesuatunya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab bersifat kodrati artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia. Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat. Tanggung jawab adalah  ciri manusia beradap (berbudaya). Karena manusia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.

B.     Macam-macam Tanggung jawab
 
Adapun macam-macam tanggung jawab, yaitu :
a)      1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri : menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi
b)      2. Tanggung jawab terhadap keluarga : tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan suatu keluarga
c)        3. Tanggung jawab terhadap masyarakat : pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, maka segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat
d)          4.Tanggung jawab kepada bangsa atau negara : tiap individu adalah warga negara suatu negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggunga jawab kepada negara
e)          5. Tanggung jawab kepada Tuhan : manusia mempunyai tanggung jawab secara langsung terhadap Tuhan, sehinggan tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama

C.     Pengabdian dan Pengorbanan
 
Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
a)      Pengabdian
     Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan. hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.
    Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya mereka itu adalah orang-orang yang terjun diladang Tuhan karena kesadaran moralnya dan karena panggilan Tuhan.
Pengabdian kepada negara dan bangsa dan juga menyolok antara lain dilakukan oleh pegawai negeri yang bertugas menjaga mercusuar dipulau yang terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil-terpencil dari masyarakat ramai.
b)      Pengorbanan
    Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.
    Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kotbah agama.
     Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu yang berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya dan waktu.

Manusia Dan Pandangan Hidup

A.Pengertian Pandangan Hidup
 
     Setiap makhluk hidup mempunyai pandangan hidup.pandangan hidup bersifat kodrati.Karena itu itu ia menentukan masa depan seseorang. Dengan demikian pandangan hidup seseorang itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus-menerus.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu yang terdiri dari 3 macam :
a)        1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
b)    2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayan dan nama yang terdapat pada negara tersebut
c)       3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

B. Cita-cita
 
     Menurut KKBI, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Faktor yang membuat seseorang dapat meraih cita-citanya adalah :
a)      Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita yang ditentukan oleh kualitas manusianya.
b)  Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat
c)      Faktor tingginya cita-cita yang merupakan faktor ketiga dalam mencapai cita-cita.

C. Kebajikan
 
     Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Kebajikan manusia nyata dan dapt dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada 3 hal, yaitu :
a)      Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan
b)      Faktor lingkungan (environment) merupakan alam kedua yang terjadinya setelah seseorang anak lahir (masa pembentukan seseorang waktu masih dalam kandungan merupakan alam pertama)
c)      Faktor pengalaman yang khas yang pernah diperoleh, baik pengalaman baik yang bersifat positif maupun pengalaman pahit yang bersifat negatif

D. Usaha atau Perjuangan
 
     Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Dalam agama pun diperintahkan untuk kerja keras. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena manusia itu mempunyai rasa kebersamaan dan belas kasihan (cinta kasih) antara sesama manusia, maka ketidakmampuan atau kemampuan terbatas yang menimbulkan perbedaan tingkat kemakmuran itu dapat diatasi secara tolong-menolong, bergotong royong.

E. Keyakinan atau Kepercayaan
 
     Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat, yaitu :
a)      Aliran Naturalisme : aliran ini berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Sebaliknya apabila manusia tidak mengakui adanya Tuhan, maka natur adalah kekuatan tertinggi, maka keyakinan itu bermula dari kekuatan natur
b)      Aliran Intelektualisme : dasar aliran ini adalah logika atau akal, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal
c)      Aliran Gabungan : dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal, maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup. 

F. Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik
 
a)  Mengenal, merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap yang pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup
b)  Mengerti, dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri, karena      dengan mengerti ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu
c)   Menghayati, dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri
d)  Meyakini, dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu
e)   Mengabdi, dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya, dan manfaat itu sendiri bisa terwujud dimasa masih hidup atau sesudah meninggal yaitu dialam akhirat
f)  Mengamankan, merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu

Manusia Dan Keadilan

A.Pengertian Keadilan
 
     Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titika tengah diantara ke dua ujung ekstern yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Keadilan menurut Plato diproyeksikan pada diri manusia sehinggan yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Lain lagi menurut Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan, menurutnya keadilan tercipta bilaman warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Sedangkan menurut Kong Hu Cu, keadilan terjadi apabika anak sebagai anak, bila ayah sebagia ayah, bila raja sebagai raja dan masing-masing manjalankan kewajibannya. Menurut pendapt yang lebih umum, keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
 
B.Keadilan Sosial
 
    Berbicara tentang keadilan, anda tentu ingat akan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pancasila, berbunyi : “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
a)     Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
b)     1. Sikap adil terhadap sesama
c)     2. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang membtuhkan
d)     3. Sikap suka bekerja keras
e)     4. Sikap menghargai hasila karya orang lain

C.Berbagai Macam Keadilan

a 1. Keadilan Legal atau Keadilan Moral
    Plato berpendapt bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang mambuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya The man behind the gun). Pendapat Plato ini disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutkannya keadilan legal.
b)2. Keadilan Distributif
    Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksa bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).
c)3. Keadilan Komutatif
   Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
 
D.Kejujuran  
 
     Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Barangsiapa yang berkata jujur serta bertindak sesuai dengan kenyataan, artinya orang itu berbuat benar.  Pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi. Kejujuran bersangkut erat dengan masalah nurani. Bertolak ukur hati nurani seseorang dapat ditebak perasaan moral dan susilanya, yaitu perasaan yang dihayati bila harus menentukan pilihan apakah hal itu baik atau buruk.
 
E.Kecurangan
 
    Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atu tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya .  Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekeyaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang hebat.
 
F.Pemuliahan nama baik
 
    Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatan.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
a)    a. manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk moral
b)        ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi
      b. manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral  tersebut

G.Pembalasan
 
    Pembalasan ialah suatu reaksi atas pebuatan orang lain. Sebagai contoh, A memberi makanan kepada B. Dilain kesempatan B memberikan minuman kedapa A. Perbuatan tersebut merupakan perbuatan serupa, dan ini merupakan pembalasan. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan.
   Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Oleh karena tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan  hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.