2,2 milyar, uang yang bukan sedikit lagi jumlahnya. Dan uang yang rencananya akan dibuat untuk perjalanan ke negara Yunani ini dilakukan hanya untuk belajar tentang etika politik. Baru saja publik dikejutkan dengan berita renovasi gedung DPRD, dan belumpun reda tapi sudah berulah lagi para politikus senayan ini. Kali ini beritanya masih tentang uang tapi untuk jalan-jalan atau entah yang mereka sebut untuk mempelajari soal etika.Yah, berita ini memang cukup mengejutkan terlebih yang akan melakukan perjalanan adalah para anggota DPR apalagi anggota Badan kehormatannya. hal ini menimbulkan kontra dari banyak pihak termasuk dari kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu sendiri.
Bahkan menurut ketua fraksi PKB, Marwan Jafar menyebuttkan bahwa perjalanan tsb sudah melewati ambang batas. Fersi lain menurut fraksi PKS, Mahfudz siddiq bahwa rencana tersebut perlu dikaji ulang. Tapi menurut Lain lagi menurut Nudirman Munir yang juga merupakan salah satu dari rombongan , dia berpendapat bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk komparasi soal tata tertib , etika pelaporan, etika perilaku senator, tata cara berpakaian, dan tata cara berbicara kalau tak sependapat. Tapi bagaimana pun pendapat masing-masing orang tetap saja lebih banyak yang kontra dengan perjalanan ini. daripada uang tersebut digunakan untuk suatu hal yang tidak terlalu penting terutama hanya untuk belajar soal etika, mengapa harus jauh-jauh ke Yunani, lagipula di jaman 2010 ini mereka mau belajar kesiapa, lain cerita jika mereka belajar masalah etika atau kehidupan demokrasi pada jaman plato atau socrates. Kegiatan tersebut hanya merupakan ajang jalan-jalan anggota parlemen yang berkedok jadi ajang pembelajaran. Masih banyak yang bisa dikerjakan oleh anggota dewan dari hanya sekedar jalan-jalan selama 6 hari di Yunani, dan juga masih banyak masyarakat dan infrastuktur yang masih terbengkalai lebih dari hanya sekedar buang-buang uang. Semoga saja para anggota politikus senayan lebih bijak atau lebih berpikir untuk kepentingan publik tidak hanya demi kepentingan pribadi atau golongan.sumber:
koran tempo. Rabu, 20 Oktober 2010 edisi no 3333 tahun x halaman A1-A2.







