Rabu, 17 November 2010

SEX EDUCATION FOR PUBLIC


Dewasa ini, kita sering kali mendengar tentang free sex. Terutama dimulai sejak tahun 2000-an, baik di masyarakat maupun di televisi. Hal ini juga sangat booming dikalangan anak muda, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi.
Adat atau budaya ini sebenarnya bukanlah budaya indonesia yang sesungguhnya, sedari kecil kita juga sering diajarkan tentang adab budaya yang melarangnya, tapi perkembangan jaman juga telah berubah, semakin derasnya arus perkembangan dunia modern yang berasal dari barat seakan telah mencuci otak hampir seluruh anak muda indonesia terutama didaerah ibukota-ibukota yang memang telah terlebih dulu mendapat pengaruh dari budaya luar. Bahkan hampir setiap orang yang saya temui terkadang menganggap hal tersebut sudah bukan merupakan hal yang tabu lagi untuk diperbincangkan di tempat umum, seakan sex merupakan makanan sehari-hari, bahkan sering saya mendengar dari teman kerja ataupun teman kuliah saya yang mempertanyakan tentang hal tersebut, yang saya maksudkan disini adalah pertanyaan tentang apakah seseorang tersebut masih perawan/perjaka atau tidak. Ironis memang, pertanyaan yang seharusnya ditujukan bagi seseorang yang telah memiliki ikatan. Banyak cerita yang saya dapat bahkan dengan mudah diceritakan tentang bagaiman mereka bersex ria, oops maaf mungkin agak tabu untuk membicarakan hal semacam ini, tapi ya begitulah kondisi warga atau anak-anak indonesia, mereka lebih tertarik untuk mendengar pelajaran tentang sex atau semacamnya, bahkan terkadang mereka sembunyi-sembunyi membeli kaset/ cd porno yang sekarang dapat dengan mudah didapat di toko-toko cd atau semacam nya, dan yang lebih parahnya kita juga dapat memperolehnya yang kadang dapat diperoleh secara gratis.
Maka sudah sepatutnya baik orang tua maupun pemerintah agar sama-sama mengurangi jumlah anak muda yang hamil diluar nikah, kalau saja mereka tau dampak apa yang akan didapat, misalnya saja untuk anak sekolah, dimanapun sekolahnya pasti pihak sekolah tidak segan-segan akan mengeluarkannya, banyak hal yang akan dia tanggung dari hanya menikmati kenikmatan semata. Saat ini, bahkan hal tersebut juga telah diangkat kelayar lebar, untuk memberikan pembelajaran tentang dampak apa yang akan ditanggung dari kelakunnnya.Dan saya berharap, baik anak muda maupun orang tua indonesia dan seluruh lapisannya agar mempertahankan kebudayaan indonesia dan tidak hanya sekedar mengikuti semua kebudayaan luar yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar